Kamar Kenangan

Cara terbaik menjaga kenangan adalah dengan menulis

Beranda » Self Love dan Upaya Mencintai Diri Sendiri

Self Love dan Upaya Mencintai Diri Sendiri

Mari kita bicara tentang self love dan upaya mencintai diri sendiri. Apakah kamu mencintai dirimu sendiri? Apakah kamu pernah berterima kasih terhadap dirimu? Apakah kamu sering mengatakan maaf pada dirimu?

Sudahkah kamu menghargai dan memahami dirimu sendiri?

Ayo jujur! Kenapa diam saja? Kalau kamu tidak bisa menjawabnya berarti selama ini kamu memang tidak peduli dengan dirimu. Kamu terlalu sibuk dengan orang-orang di sekelilingmu sampai lupa, dirimu juga butuh perhatianmu.

Benar. Saya memang tumbuh menjadi orang yang lebih mementingkan perasaaan orang lain ketimbang perasaan saya sendiri. Menjadi orang yang TIDAK ENAKAN, yang selalu berkata YA sekalipun hati bilang TIDAK.

Padahal apa susahnya menolak? Kenapa saya harus merasa bersalah jika tidak bisa memenuhi permintaan orang lain? Kenapa saya lebih membiarkan diri saya tersiksa hanya karena tidak ingin mengecewakan orang lain? Padahal orang lain juga belum tentu mau mementingkan perasaan saya.

Ya, seperti itulah saya. Sudah bertahun-tahun saya menggunakan topeng untuk menyenangkan orang lain. Tampil dengan wajah yang it’s okey but it’s not okey.

Bagaimana bisa baik-baik saja sementara saya sudah menipu dan menyakiti diri saya sendiri?

Saya ingin keluar dari belenggu ini. Saya ingin menjadi orang yang bisa dengan tegas berkata TIDAK bila memang tidak sesuai dengan kata hati saya.

Saya ingin jujur dengan diri saya, saya ingin bisa memahami dan menghargai diri saya sendiri. Untuk itu saya mulai menerapkan self love.

Apa itu Self Love?

Belakangan ini semakin banyak orang yang sadar akan kesehatan mental. Semakin banyak pula yang melakukan berbagai upaya agar tetap waras dalam menjalani hidup.

Nah, salah satu cara menjaga kesehatan mental yang sering jadi topik bahasa di media sosial belakangan ini adalah self love. Apa itu?

Diambil dari kata self dan love yang artinya mencintai diri. Sederhananya, self love adalah istilah yang mengacu pada aktivitas mencintai diri sendiri dalam keadaan apapun.

Tentunya kalau kita mencintai seseorang, kita akan memberikan perhatian, penghargaan serta memperlakukannya dengan baik.

Kita akan berusaha memahami dan bersedia menerima segala kelebihan dan kekurangan ada pada diri orang yang kita cintai.

Demikian pula self love, bukti kita mencintai diri sendiri adalah dengan memberikan apresiasi, mampu memahami diri dengan baik dan bisa menerima diri apa adanya.

Bukan hanya melihat kelebihan tetapi kita juga harus bisa menerima kekurangan yang ada pada diri kita.

Namun setiap orang bisa saja memiliki arti self love yang berbeda karena ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mencintai diri sendiri.

Tentunya kita sendiri yang paling tahu bagaimana cara membahagiakan diri. Itu sebabnya  penting untuk mencari tahu self love versi kita demi menjaga kesehatan mental.

Self Love vs Narsisme, apa bedanya?

Sekalipun sudah mengetahui artinya masih banyak orang yang salah kaprah dan menyamakan self love dengan narsisme.

Menganggap orang dengan pembawaan self love itu egois, tidak peduli pada orang lain dan hanya mementingkan dirinya saja. Benarkah demikian?

Keduanya memang bermakna cinta diri, akan tetapi nyatanya self love dan narsisme memiliki perbedaan yang mencolok.

Berikut ini beberapa perbedaan self love dan narsisme :

  • Self love mencintai diri sendiri dengan cara positif, tidak berlebihan sedangkan orang yang narsisme akan mencintai dirinya dengan berlebihan.
  • Self love ingin melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya, sedangkan narsisme hanya ingin terlihat baik di mata orang lain.
  • Self love muncul dari kesadaran diri sendiri, sedangkan narsis dipicu oleh faktor luar karena suka membandingkan dirinya dengan orang lain.
  • Self love tidak membutuhkan validasi berbeda halnya dengan  narsis yang selalu mengejar pujian, pengakuan maupun perhatian ketika melakukan sesuatu
  • Self love menghadirkan ketenangan sedangkan orang narsis selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah dicapainya
  • Self love memancarkan energi positif sehingga berada di lingkungan orang-orang yang positif juga, yang saling mendukung satu sama lain. Sedangkan narsisme menyebarkan energi negatif sehingga orang narsis cenderung memiliki lingkungan yang tidak sehat, saling bersaing dan menjatuhkan satu sama lain.

Manfaat Self Love, Apa saja?

Of course, ada banyak manfaat yang dapat kita rasakan jika kita mampu mengekspresikan cinta kepada diri sendiri dengan cara yang benar dan positif.

Berikut beberapa manfaat self love ;

Terhindar dari risiko gangguan mental

Self love erat kaitannya dengan kesehatan mental. Kenapa? Karena orang yang menerapkan self love dapat menghargai dan menerima dirinya apa adanya sehingga dia tidak mengalami krisis kepercayaan diri.

Beda halnya dengan orang yang belum mampu menghargai dan menerima dirinya seutuhnya.

Orang yang seperti ini memiliki self esteem (kepercayaan diri) rendah sehingga ia akan mudah merasa cemas, stres dan mendapat banyak tekanan.

Hidup di bawah tekanan jelas akan menjadi beban pikiran yang dapat memicu terjadinya gangguan mental.

Itu sebabnya jika ingin kesehatan mental terjaga dengan baik mulailah terapkan self love, cintai dirimu sendiri lebih dulu.

Menjadi pribadi yang bersyukur

Ada banyak hal yang bisa kita syukuri dalam hidup. Malah semestinya kita malu pada Tuhan jika sering mengeluhkan kondisi kita padahal Tuhan sudah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk.

Tuhan juga telah menganugerahkan kita berbagai macam kenikmatan. Udara untuk bernapas, mata untuk melihat indahnya dunia serta makanan lezat nan bergizi lalu mengapa masih suka mengeluh hanya karena melihat kekurangan yang ada pada diri?

Nah, dengan self love tentu kita tidak akan menjadi tukang keluh. Sebaliknya, karena kita sudah menerima diri apa adanya sehingga kita pun menjadi pribadi yang mudah bersyukur, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun.

Meningkatkan rasa percaya diri

Orang yang mengabaikan self love sudah pasti tingkat kepercayaan dirinya rendah karena dia belum bisa menerima dirinya seutuhnya.

Apalagi orang yang seperti ini suka membandingkan dirinya dengan orang lain, akibatnya buruk sekali. Alih-alih bersyukur dan menjadi diri sendiri, dia lebih memilih menggunakan topeng dan menunjukkan kepalsuan demi menutupi kekurangan dirinya.

Percayalah, hidup dalam kepalsuan itu tidak enak. Lagipula mengapa harus merasa rendah diri? Toh, tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Semua orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Oleh sebab itu, self love penting sekali bagi kita untuk mengatasi krisis kepercayaan diri. Mulailah dengan mencintai  diri sendiri agar kamu tak perlu lagi bersembunyi dibalik topeng.

Hidup lebih sehat

Orang yang menerapkan self love tentu saja akan memberikan yang terbaik untuk dirinya. Entah dalam beraktivitas maupun memenuhi asupan nutrisi untuk tubuhnya.

Dengan demikian penerapan self love sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya menjauhkan tubuh kita dari risiko terkena gangguan mental tetapi juga menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit fisik.

Bahagia

Siapa sih yang tidak ingin bahagia? Semua orang tentu mendamba kebahagiaan dalam hidupnya. Menariknya, kita tidak perlu bersusah payah mencari kebahagiaan karena perasaan itu sangat dekat dengan diri kita.

Ya, bahagia itu ada dalam diri. Tugas kita tinggal menghadirkan perasaan tersebut. Bagaimana caranya? Mulailah dengan mencintai dirimu. Bukankah cinta itu mendatangkan kebahagiaan?

Logikanya, bagaimana kamu bisa bahagia kalau kamu belum mencintai dirimu sendiri?

Self Love Versi Me, Upaya Saya Mencintai Diri Sendiri

Saat menulis postingan ini saya masih dalam proses mencintai diri sendiri. Saya sadar mewujudkan self love bukan hal yang mudah. Terlebih bagi orang yang TIDAK ENAKAN seperti saya.

Bukan bermaksud egois tetapi saya merasa saya memang perlu memprioritaskan diri saya lebih dulu ketimbang orang lain. Namun tidak seperti narsisme yang hanya mementingkan diri sendiri.

Self love jelas tidak seperti itu. Ini hanyalah sebuah cara agar kita bisa lebih menghargai diri sendiri, memperlakukannya dengan baik dan menerimanya apa adanya.

Meski demikian bukan berarti kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita tetap memiliki kepedulian terhadap orang lain.

Ingat, orang yang menerapkan konsep self love akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk dirinya dan juga orang-orang di sekitarnya. Jadi amat keliru bila ada yang menganggap self love itu egois.

Lalu bagaimana upaya saya dalam mewujudkan self love? Kita bahas yuk!

Kenalan dengan diri sendiri

Kedengarannya aneh ya. Memang lo belum kenal dengan diri lo sendiri? Eits jangan salah. Orang yang sudah kenal dengan dirinya sendiri berarti dia sudah benar-benar memahami dirinya.

Lha saya? Jujur saja, sejauh ini saya masih belum memahami diri sendiri dengan baik oleh sebab itu saya merasa perlu untuk berkenalan lebih jauh dengan diri saya.

Perkenalan yang saya maksud di sini menyangkut kepribadian, karakter, kekuatan maupun kekurangan yang ada pada diri.

Semua itu harus kamu kita tahu dengan begitu kamu kita lebih mudah memahami dan mencintai diri sendiri.

Tidak membandingkan diri dengan orang lain

Saya tahu saya tidak akan pernah bisa mencintai diri saya sepenuhnya selama saya masih suka membandingkan-bandingkan.

Untuk itu upaya yang perlu saya lakukan selanjutnya adalah berhenti membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain.

Walaupun kebiasaan buruk tersebut sudah mulai bisa saya tinggalkan namun saya masih kerap khilaf dan kembali membandingkan diri saya dengan orang lain.

Apalagi pas buka media sosial dan lihat kehidupan orang lain yang kelihatannya ‘enak banget’.

Duh, seketika saya bakal langsung minder dan muncullah berbagai macam penyakit hati.

Well, kebiasaan buruk ini memang harus saya enyahkan. Tidak boleh saya pelihara karena dampaknya sangat buruk.

Tidak hanya menimbulkan rasa minder, suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain juga akan membuat kita menjadi pribadi yang tidak bersyukur bahkan parahnya kita bisa membenci diri sendiri.

Jangan sampai deh kita ‘kehilangan diri’ sendiri karena ingin menjadi seperti orang lain lantaran sering membanding-bandingkan diri.

Jika sudah begitu akan sulit menerapkan self love karena orang yang mencintai dirinya hanya akan menjadi dirinya sendiri.

Menjauhi lingkungan toxic

Lingkungan juga sangat berpengaruh dalam membentuk sikap kita terhadap diri sendiri. Tentunya akan sulit menjalankan self love bila kita berada dalam lingkungan yang penuh dengan toxic.

Bukannya membantu dalam proses mencintai diri sendiri, yang ada lingkungan negatif tersebut justru  membuat kita terserang insecure.

Itu sebabnya salah satu upaya yang harus saya lakukan untuk bisa mencintai diri adalah menjauh dari lingkungan toxic. Termasuk ketika membuka medsos.

Ada banyak toxic di dunia maya jadi memang kita kudu berhati-hati saat berselancar di media sosial.

Mengapresiasi diri sendiri

Tidak ada salahnya lho memberikan apresiasi terhadap diri sendiri setiap kali kamu berhasil mencapai sesuatu. Dengan begitu kamu lebih bisa menghargai diri sendiri.

Salah satu bentuk apresiasi pada diri adalah memberikan reward. Jangan ‘pelit’ untuk memberikan hadiah atau sesuatu pada dirimu sebagai tanda cinta atas pencapaianmu.

Selain reward, kamu juga bisa memberi apresiasi lewat ucapan selamat maupun terima kasih pada dirimu. Kamu bisa ungkapkan wujud apresiasi tersebut dengan mengatakannya langsung di depan cermin atau menuliskannya di buku jurnalmu.

Percayalah, dengan memberikan apresiasi, sekecil apapun itu akan membuat kamu lebih bisa menyayangi dirimu sendiri.

Melakukan hal yang disukai

Jangan memaksa dirimu untuk melakukan sesuatu yang jelas-jelas tidak kamu sukai. Itu hanya membuatmu tertekan dan menderita. Selagi ada kesempatan lakukan apa saja yang kamu sukai.

Nah, ini juga salah satu upaya yang ingin saya rutinkan. Melakukan aktivitas favorit seperti menulis, nonton drakor, jalan-jalan atau sekadar me time di rumah.

Setelah menikah waktu saya untuk melakukan hal-hal yang saya inginkan memang terbatas, tetapi bukan berarti tidak bisa saya wujudkan. Saya hanya perlu mengatakannya pada suami dan anak-anak agar mereka bisa mendukung apa yang saya ingin lakukan.

Mensyukuri hal-hal kecil

Self love dapat terbentuk dengan baik jika kamu mau menumbuhkan kebiasaan bersyukur. Tentu, ada banyak sekali hal yang bisa kamu syukuri. Tidak melulu hal-hal besar.

Bangun di pagi hari, menghirup udara segar, melakukan aktivitas me time, bermain bersama anak, menghubungi orang tua dan berbagai hal kecil lainya. Semua itu bisa kamu syukuri.

Kalau perlu buatlah jurnal syukur agar kamu tidak lupa bersyukur setiap hari. Nah, ini juga masih jadi PR buat saya.

Memaafkan diri sendiri

Kita semua pasti pernah berbuat kesalahan. Jadi jangan merasa terbebani, sampai tidak bisa memaafkan dirimu sendiri hanya karena kessalahan yang kamu lakukan.

Maafkan dirimu. Berdamailah dengannyam Jangan anggap kesalahan itu sebagai beban tetapi jadikan sebagai pelajaran agar kamu bisa lebih baik ke depannya.

Ya, itu yang saya harus lakukan. Saya harus sering-sering meminta maaf karena kerap melakukan kesalahan yang justru melukai diri saya sendiri.

Berani bilang TIDAK

Apa salahnya jika kamu menolak permintaan orang lain? Jika memang kamu tidak bisa menyanggupi permintaanya kenapa harus mengatakan ya?

Kamu begitu khawatir orang tersebut kecewa lalu bagaimana dengan perasaanmu sendiri?

Jujurlah pada dirimu sendiri. Hargai juga apa yang menjadi keputusanmu. Kamu tidak harus selalu mendahulukan kepentingan orang lain.

Jika itu membuatmu menderita maka sama saja kamu sudah mendzholimi dirimu sendiri. Lagipula berkata TIDAK, tidak lantas menjadikanmu sebagai orang jahat.

Kamu punya hak untuk menolak namun sampaikan dengan halus agar tidak menggoreskan luka di hati orang yang meminta bantuanmu.

Memenuhi hak tubuh

Termasuk upaya saya dalam mencintai diri sendiri adalah dengan memenuhi apa yang menjadi hak tubuh.

Hak tubuh yang saya maksud bukan hanya soal fisik tetapi menyangkut mental dan juga ruh.

Tubuh saya punya hak untuk mendapatkan asupan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur agar fisik saya bisa tetap kuat dan terjaga kesehatannya.

Tubuh saya juga punya hak atas pikiran-pikiran yang positif (stop negatif thinking) sehingga tidak mudah mengalami gangguan mental.

Tidak hanya itu, tubuh saya pun punya hak untuk mendapatkan makanan untuk ruh yakni menjalankan ibadah dengan baik sehingga saya bisa merasakan kedamaian.

Demikianlah self love versi saya dan beberapa upaya saya dalam mencintai diri sendiri. Mulai dari mengenali diri hingga memenuhi hak tubuh.  Semoga mencerahkan ya.

Kalau self love dan upaya mencintai diri sendiri versi kamu seperti apa? Yuk sharing di kolom komentar.

Salam hangat,

Siska Dwyta

Siska Dwyta. Blogger asal Gowa, Sulawesi Selatan. Ibu dari dua putra yang doyan menulis di blog. Baginya cara terbaik menjaga kenangan adalah menulis. Dengan begitu kenangan hidupnya akan abadi.

15 komentar di “Self Love dan Upaya Mencintai Diri Sendiri

  1. Menyenangkan orang lain gak akan pernah selesai. Jadi benar sih, semampunya saja agar diri tidak tertekan. Semangat mencintai diri sendiri.. 💪💪

  2. Aku bikin gratitude journal dan motivating journal sebagai upayaku mencintai diri sendiri. Bersyukurnya karena aku typical thinking introvert, dari dulu kadar nggak enakanku memang rendah. Kalau nggak mau ya bilang nggak mau.

    Masalahnya di aku adalah aku suka memberikan target ketinggian, tanpa melihat kondisi tubuh, perfeksionis dan bikin aku jadi tertekan sendiri. Jadi emang ngobrol sama diri sendiri itu penting banget 🙂 Nggak cuma perlu memahami orang lain, memahami diri sendiri justru jadi hal utama.

  3. Aku juga sungkanan mbak. Sejak mencoba keluar dari zona itu, aku akhirnya berhasil mengakui perasaan tidak nyamanku. Dan berani bilanh tidak.

    Aku merasa bersyukur bahwa banyak ilmu bertebaran di era sekarang.

    Kayak tulisan mbak ini, membuat aku jadi banyak belajar kan . Ternyata aku gak sendiri merasakan tidak enakan ini.

    Nah, yang perlu diperhatikan hati2 jangan2 selflove kita mengarah ke narsisme , atau bahkan egois.

    Dengan dalih self love. Pemaparan mbak membuat kami memahami batasan tersebut😊

  4. Self love tidak mementingkan validasi dari orang lain. Ah ternyata perbedaan antara self love dan narsisme yang mencolok sesungguhnya di bagian ini. Rasa nggak enakan seringnya memang menyiksa ya. Padahal menolak sesuatu demi ketenangan diri sendiri, tentu nggak ada salahnya.

  5. MasyaAllah bener banget mba siska. kadang aku juga gabisa bilang tidak, tapi dalam hati ngegerundel. toxic banget yah.Harus belajar untuk bilang ngga nih akuu

  6. Sbnernya belum mikir dan niatan ini itu utk self love, tpi stelah baca ini sadar sndiri klo ternyata slama ini aku dah mencintai diri ku sndiri, tpi bukan narsis

  7. “Padahal apa susahnya menolak? Kenapa saya harus merasa bersalah jika tidak bisa memenuhi permintaan orang lain?”
    Emang susah lho mba bilang “tidak” buat orang yang ngga enakan. Kaya merasa bersalah gitu. Padahal ya kita ngga bisa ya menyenangkan semua orang.

  8. Self love ini dulu mungkin tidak pernah aku gubris mbak, tapi seiring berjalannya usia mungkin kita semua harus memikirkan diri sendiri jangan sampai justru akan menjadi stress hanya karena berusaha menyenangkan org lain

  9. tos dulu dong, aku juga orang nya gak enakan, bahkan sampai bikin artikel tentang ini di blog satu lagi, hihihihi. terkait self love emang penting banget sih, kalau bukan kita yang menghargai dan mencintai, lantas siapa lagi? biasanya aku reward diri sendiri kalau berhasil mencapai sesuatu dan bikin jurnal bersyukur sometimes

  10. Aku nih orangnya gak enakan mba. Kadang susah bilang tidak. Aku sedang dalam proses mencintai diri sendiri dengan menjadikan hal negatif itu jadi positif dan tidak memaksakan diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *