Cara Asyik Bersosialisasi saat Pandemi

Cara asyik bersosialisasi saat pandemi perlu kita ketahui bersama. Pasalnya selama pandemi berlangsung semua aktivitas normal yang biasa kita lakukan di luar rumah serba dibatas. Kita harus patuh dengan protokol kesehatan sehingga kemana-mana wajib menggunakan …

Cara asyik bersosialisasi saat pandemi

Cara asyik bersosialisasi saat pandemi perlu kita ketahui bersama. Pasalnya selama pandemi berlangsung semua aktivitas normal yang biasa kita lakukan di luar rumah serba dibatas.

Kita harus patuh dengan protokol kesehatan sehingga kemana-mana wajib menggunakan masker dan menjaga jarak dengan semua orang. Sebaiknya kita pun tidak bepergian kemana-mana selagi tidak ada kepentingan yang mendesak.

Dengan aturan tersebut jelas kita tidak bisa leluasa bertemu dan bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat, termasuk dengan orang tua sendiri.

Sedih sih, tapi mau gimana lagi. Pandemi belum jua mereda. Bahkan sekarang ini kasusnya kembali meningkat sampai-sampai pemerintah mengeluarkan aturan baru yaitu PPKM (Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Mirip-miriplah dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang intinya masih ada batasan untuk semua bentuk kegiatan sosialisasi.

Untungnya kita hidup di zaman modern which is teknologi sudah begitu canggih sehingga kebutuhan kita sebagai makhluk sosial bisa terpenuhi dengan baik melalui jejaring sosial.

Pandemi bukan penghalang sosialisasi

Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa lepas dari kegiatan yang berhubungan dengan interaksi sosial. Pasalnya betemu, berkumpul dan berkomunikasi dengan keluarga, kerabat maupun teman-teman sudah menjadi kebutuhan manusia.

Itu sebabnya kebutuhan ini harus tetap terpenuhi sekalipun kita berada dalam masa pandemi COVID-19.

Beruntungnya, masa pagebluk akibat virus corona ini baru muncul ketika teknologi sudah sedemikian canggih.

Coba bayangkan bagaimana jika penyakit yang membatasi aktivitas sosial ini muncul kala WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Zoom atau Google Meet dan kawan-kawannya belum ada.

Duh, pastinya berat banget ya. Karena itu kita harus tetap bersyukur. Sekalipun berada dalam masa sulit setidaknya kita masih bisa terhubung dengan keluarga, sanak saudara dan teman-teman dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Tidak hanya itu, mulai dari berbelanja, belajar, bekerja, ikut seminar untuk meningkatkan skill, semua bisa kita lakukan secara virtual.

Ya, pandemi bukan penghalang. Kita masih bisa kok beraktivitas pun tetap produktif meski berjarak dengan semua orang.

Of course, masih banyak cara seru dan menyenangkan yang bisa kita tempuh untuk bersosialisasi tanpa kontak langsung tetapi tetap memiliki makna.

Cara asyik bersosialisasi saat pandemi

sosialisasi-saat-pandemi

Video Call

Agar komunikasi dengan orang tua maupun saudara tetap lancar jaya saya sering terhubung dengan mereka lewat panggilan video via WhatsApp.

Kalau dulu mungkin video call yang biasa kita lakukan hanya terhubung dua arah, sekarang kita dapat terhubung dengan lebih dari dua nomor sekaligus.

Jadi dalam sekali panggilan video saya bisa bertatap layar dengan orang tua di Papua, sekaligus dengan kedua saudara saya yang lain di kediamannya masing-masing.

Yah setidaknya dengan video call dapat mengobati sedikit rasa rindu kita terhadap orang-orang tercinta. Tentunya panggilan video ini bisa menjadi cara asyik kita buat kumpul-kumpul dengan keluarga secara virtual.

Komunikasi via WhatsApp

Sebelum pandemi WhatsApp sudah menjadi aplikasi andalan saya untuk terkoneksi dengan keluarga maupun teman-teman.

Namun semenjak virus corona menghantui semua orang, jelas interaksi saya dengan orang-orang terdekat lewat aplikasi sejuta umat ini semakin meningkat. Entah itu lewat jalur pribadi maupun WhatsApp Grup.

Termasuk bila ingin melakukan panggilan suara maupun panggilan video. Saya lebih memilih menggunakan WhatsApp ketimbang telepon via seluler karena sudah pasti lebih hemat juga, hehe.

Nah, agar sosialisasi dengan orang-orang di sekitar kita tetap terjalin erat selama pandemi, jangan lupa untuk simpan nomor mereka ya. Karena hanya dengan begitu kamu bisa memantau kabar mereka dengan menanfaatkan fitur status yang ada di WA.

Jangan sungkan juga untuk mengirimkan japri walau sekadar bertanya kabar. Hal tersebut nampaknya sederhana namun tentu memiliki makna tersendiri.

Berikan tanggapan untuk status atau konten yang diposting teman di media sosial

Selain WhatsApp kamu juga bisa memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram, twitter maupun tiktok untuk bersosialisasi dengan cara yang asyik.

Apalagi sekarang ini makin banyak fitur menarik di aplikasi media sosial yang membuat penggunanya semakin aktif dalam membuat konten.

Hitung-hitung juga sebagai ajang hiburan sekaligus berkreasi di masa pandemi. Karena aktivitas di luar rumah juga masih dibatasi jadi banyak orang yang kemudian memilih melampiaskan rasa jenuhnya dengan ‘bermain’ di media sosial.

Nah, kita sendiri pastinya bakal senang ya kalau status atau konten yang kita posting di media sosial mendapat tanggapan, entah itu berupa like, emoticon love maupun komentar.

Tidak ada ruginya memberikan tanggapan terhadap status yang lewat di beranda atau feed maupun IGS/IGTV/Reel yang muncul di timeline IG kita.

Justru itu menjadi salah satu bentuk sosialisasi digital. Namun perlu diperhatikan juga, jangan sampai tanggapan dalam bentuk komen kita berujung dengan ghibah ya, apalagi sampai menyakiti. Cukup kelakuan netizen Indonesia saja yang kayak gitu, kamunya nggak usah ikut-ikutan *eh

Mengirimkan makanan atau hadiah kepada teman

Sosialisasi yang dapat kita lakukan saat pandemi tidak hanya terbatas pada aplikasi chatting maupun media sosial. Saling memberi hadiah itu juga termasuk bentuk sosialisasi.

So, walau raga tidak bersua kita masih bisa mengirimkan sesuatu kepada keluarga, sahabat dan sanak-saudara. Misalnya dengan memesankan makanan via Gofood atau Grabfood untuk teman kita yang sedang menjalani isoman.

Atau pesan sesuatu di marketplace lalu dialamatkan ke rumah keluarga atau saudara. Mereka pastinya bakal hepi mendapatkan kejutan.

Ah, sekali lagi pandemi bukan penghalang untuk membuat orang-orang di sekitar tetap bahagia walau tanpa kehadiran kita.

Kirimkan doa ucapan selamat maupun belasungkawa

Kabar suka dan duka silih berganti datang menghampiri kita. Bedanya di masa pandemi ini sepertinya kabar duka atas kehilangan orang-orang tercinta yang lebih sering mewarnai media sosial.

Terasa lebih berat karena kita tidak bisa hadir secara langsung sekadar menghibur mereka yang berduka. Lantas apa yang bisa kita lakukan?

Kelihatan sepele namun dua hal ini juga punya makna. Doakan dalam diam dan jangan lupa untuk memberikan ucapan kepada mereka yang lagi bersuka atau dalam keadaan berduka.

Terkait masalah  doa, memang sebaiknya dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang kita doakan. Kenapa demikian? Karena ada riwayat dari Rasulullaah shallallaahu ‘alaihiwassalam yang berbunyi seperti ini :

Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, ‘Aamin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu. (Sumber : muslim.or.id)

Blogwalking

Tips sosialisasi seru berikutnya adalah blogwalking atau bersilaturahmi dengan mengunjungi ‘rumah maya’ milik teman-teman sesama blogger.

Bagi para blogger, blog sudah dianggap ibarat rumah sendiri. Berbeda dengan rumah di dunia nyata, rumah maya jelas bisa kita kunjungi kapan saja dan dimana saja tanpa perlu khawatir bakal terkena virus, hehe.

Si pemilik blog juga pastinya bakal senang banget ketika blognya dikunjungi oleh banyak orang. Apalagi aktivitas ini tidak hanya terkhusus bagi para blogger, yang bukan blogger pun bisa melakukannya.

So, kalau kamu punya teman seorang blogger, kamu bisa memilih bersosialisasi dengannya lewat blogwalking alias mengunjungi blognya. Namun jangan lupa untuk tinggalkan jejak (berkomentar) ya, agar ia tahu kamu sudah mengunjungi blognya.

Itu dia beberapa cara asyik bersosialisasi saat pandemi. Sekali lagi pandemi bukan penghambat kita untuk beraktivitas maupun menjalin interaksi dengan orang lain.

Mengingat zaman sekarang sudah canggih sehingga meski berjarak, sosialisasi tetap dapat terlaksana.

Kuy, semoga postingan ini bermanfaat. Kalau kamu punya ide sosialisasi di masa pandemi yang tidak kalah seru dan menyenangkan boleh dong bagikan di kolom komentar.

Satu pemikiran pada “Cara Asyik Bersosialisasi saat Pandemi”

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.