Kamar Kenangan

Cara terbaik menjaga kenangan adalah dengan menulis

Beranda » Manfaat Album Foto Cetak di Era Digital

Manfaat Album Foto Cetak di Era Digital

Adakah manfaat album foto cetak di era digital seperti sekarang? Tentu saja ada. Buktinya masih banyak kok perusahaan penyedia foto cetak yang eksis sampai sekarang walau jumlahnya mungkin tidak lagi sebanyak dulu.

Album foto pernikahannya mana? Kok nggak punya.

Jika dapat pertanyaan seperti itu mungkin saya cuma bisa menanggapi dengan cengengesan. Kalau berkunjung ke rumah saya kamu memang tidak akan menemukan satu pun album foto.

Jangankan foto yang dicetak dan dikumpulkan dalam buku album, foto yang ditempel dengan bingkai manis di dinding pun tak ada.

Begitulah. Suami buka tipe orang yang suka foto-foto. Dia justru lebih senang rumahnya tidak diisi dengan gambar-gambar makhluk sekalipun memajang foto keluarga sendiri.

Sementara saya sendiri tipe istri yang rada cuek. Suka foto sih tapi sekadarnya saja, nggak sampai yang tiap hari menyalakan kamera.

Saya memang lebih doyan mengabadikan kenangan lewat tulisan dibanding jepretan kamera sehingga memiliki album foto bukanlah hal yang prioritas bagi saya.

Meski demikian bukan berarti saya tidak mengoleksi foto sama sekali. Toh, meski belum punya koleksi foto versi cetak saya masih memiliki album foto digital.

Perlukah Memiliki Foto Cetak?

Zaman sekarang kebanyakan orang tentu lebih suka mengunggah foto-fotonya ke instagram, facebook dan media sosial lain atau sekadar menyimpannya di memory card atau hardisk ketimbang mencetaknya

Sebenarnya ini juga yang menjadi alasan utama saya tidak segera mencetak koleksi foto terbaik yang saya punya.

Sebagian tersimpan di galeri hp dan sebagian lainnya berada di file notebook. Termasuk foto-foto pernikahan.

Album foto pernikahan saya dan suami sengaja ditinggalkan di rumah orang tua di Papua sementara kami hanya membawa soft copy-nya yang rencana bakal dicetak lagi tapi sampai sekarang belum jua terealisasi. Padahal apa susahnya membawanya ke tukang cetak? Ckck

Karena semua foto-foto kenangan tersebut masih bisa saya nikmati langsung lewat gawai jadi ya saya pikir nanti saja lah cetaknya.

Yah, meski suami kurang setuju saya tetap punya keinginan mencetak foto-foto keluarga untuk disimpan dalam album serta membingkai beberapa dan menempelkannya di dinding rumah kami.

Kenapa?

Of course, walau sekarang serba digital bukan berarti album foto cetak sudah ditinggalkan. Mencetak foto tetap diperlukan karena kita tidak bisa selamanya mengandalkan teknologi, ya kan?

Manfaat Album Foto Cetak

Anggap saja tulisan ini sebagai motivasi bagi saya agar segera menyelamatkan sejumlah foto terbaik yang masih tersimpan dalam bentuk file.

Teknologi yang canggih memang memudahkan kita untuk menyimpan ribuan hingga jutaan koleksi foto dan dapat menikmatinya sewaktu-waktu.

Meski demikian tak dimungkiri mencetak foto penting dilakukan karena memiliki kelebihannya sendiri.

Berikut beberapa manfaat mencetak foto di era digital :

Tak lekang oleh zaman

Kalau pulang ke rumah orang tua saya suka sekali mengambil album foto keluarga kami dan melihat foto-foto kenangan saat masih kecil.

Tentu saja album foto tersebut sudah berumur. Dicetak tahun 90-an jadi jangan bayangkan sampulnya seperti album foto zaman sekarang. Kualitas fotonya pun tidak begitu bagus tapi setidaknya masih awet.

Dengan teknologi yang semakin canggih, saat ini kamu bisa mendapatkan kualitas foto dan buku album yang jauh lebih berkualitas dan pastinya bisa bertahan hingga berpuluh-puluh tahun.

Ya, bukan hal yang berlebihan kalau album foto cetak dianggap tak lekang oleh zaman karena masih bisa dinikmati oleh anak, cucu, cicit dan seterusnya selama tersimpan dengan baik.

Minim dari risiko rusak atau hilang

Tidak ada yang menjamin foto yang kamu simpan baik dalam versi cetak atau online bisa aman selamanya.

Setiap orang bisa saja kehilangan album foto cetaknya jika mengalami musibah yang tak terduga seperti kebanjiran atau kebakaran.

Namun sepertinya sampai saat ini belum ada ya kejadian album foto cetak hilang karena dicuri orang, hehe.

Untuk mengantipasi hal tersebut memang akan lebih baik jika kamu memiliki penyimpanan foto cadangan.

Akan tetapi merasa cukup hanya dengan menyimpan foto dalam bentuk file atau mengunggahnya di media sosial juga kurang tepat.

Pasalnya bisa saja hal buruk lainnya terjadi sepeti kehilangan hp yang merekam banyak kenangan berharga bersama keluarga atau tiba-tiba file koleksi foto tidak bisa dibuka lantaran terserang virus dan berbagai penyebab lainnya.

Menyimpan foto di media sosial atau penyimpanan digital seperti cloud juga belum bisa dikatakan 100% aman lho karena tidak ada jaminan perusahaan tersebut akan bertahan selamanya.

Berisi kumpulan foto terbaik

Teknologi membuat kamu bebas berfoto dan bisa menikmati hasilnya saat itu juga. Bahkan jika dirasa hasilnya kurang menarik kamu  bisa mengulang menghadap layar kamera hingga belasan atau puluhan kali.

Namun jika ingin mencetaknya tentu kamu akan mencari hasil foto yang terbaik, kan? Tidak mungkin kamu mau mencetak semuanya.

Nah, itulah salah satu manfaat album foto cetak. Tidak semua foto yang ada di memori atau hardisk perlu dicetak. Pastinya kamu hanya memilih mencetak foto-foto yang memiliki kenangan atau momen istimewa.

Seperti momen wisuda, momen penikahan, momen kelahiran anak dan tumbuh kembangnya serta berbagai momen penting lainnya.

Nyatanya meski foto melalui kamera hp terbilang praktis dan cepat, kamu bahkan bisa menghasilkan ratusan foto dalam sekali sesi atau mengoleksi ribuan foto di dalam memori tetapi hasil yang didapatkan tidak sepenuhnya dapat menggantikan keberadaan foto cetak.

Setidaknya bila memiliki koleksi foto cetak kamu bisa fokus mengenang dan tidak lagi dipusingkan dengan urusan mencari foto terbaik pada momen tertentu lantaran saking banyaknya file digita yang kamu simpan.

Membuat suasana rumah lebih berwarna

Keberadaan foto cetak baik yang dipajang atau yang dibukukan dalam bentuk album dan biasanya disimpan di bagian bawah meja tamu akan memberi warna tersendiri.

Ini saya rasakan sendiri. Karena di rumah yang saya tinggali saat ini belum ada pajangan foto maupun album jadi yah warnanya seperti masih abu-abu, hampa, hehe.

Beda halnya kalau kamu memasuki rumah yang dindingnya berhiaskan foto-foto. Kamu pasti merasakan nuansa yang berbeda. Apalagi kalau diperbolehkan mengintip album foto kenangan keluarga atau kerabat yang kamu datangi rumahnya.

Kalau album foto digital bisa dinikmati semua orang khususnya yang berteman dengan kita di media sosial maka album foto cetak ini sifatnya lebih privacy dan sudah pasti hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya.

Membangkitkan kenangan

Sensasi yang kamu rasakan saat membuka album cetak tidak akan sama seperti kamu menatap album digital. Pasti ada emosi yang menyeruak saat kamu melihat dan menyentuh foto cetak.

Ini sama saja seperti kehadiran buku digital yang tidak bisa menggeser keberadaan buku fisik.

Walau semakin menjamur buku yang dapat dibaca lewat aplikasi namun orang-orang masih akan tetap membeli buku di gramedia atau toko-toko buku.

Ya, karena mereka merasakan sensasi yang berbeda. Pasti kamu juga bisa merasakan sendiri bahwa membaca buku di layar gawai tidak senikmat membaca buku yang bisa langsung kamu sentuh dan cium aroma kertasnya yang khas.

Begitupula dengan mengenang lewat foto. Kamu akan merasakan emosi yang jauh lebih kuat saat melihat dan memegang langsung foto-foto kenangan.

Jadi untuk menghidupkan kembali kenangan tidak cukup hanya dengan melihatnya melalui layar smartphone, tapi penting juga untuk berinteraksi dengan foto-foto tersebut lewat sentuhan.

Demikian sharing saya mengenai manfaat album foto cetak di era digital sskaligus menjadi motivasi juga terutama buat saya pribadi untuk segera mencetak foto-foto terbaik yang sudah terlalu lama mendekam di file kenangan agar tak lekang oleh waktu.

Salam,

 

Siska Dwyta

Siska Dwyta. Blogger asal Gowa, Sulawesi Selatan. Ibu dari dua putra yang doyan menulis di blog. Baginya cara terbaik menjaga kenangan adalah menulis. Dengan begitu kenangan hidupnya akan abadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *