Cara Memilih Pasangan Hidup yang Tepat

Bagaimana sih cara memilih pasangan hidup yang tepat agar tidak menyesal kemudian hari? Jika disodori pertanyaan tersebut saya juga sebenarnya bingung bagaimana menjawabnya. Karena jodoh itu bukan kita yang menentukan, tetapi Tuhan yang menetapkan. Bahkan …

Bagaimana sih cara memilih pasangan hidup yang tepat agar tidak menyesal kemudian hari? Jika disodori pertanyaan tersebut saya juga sebenarnya bingung bagaimana menjawabnya. Karena jodoh itu bukan kita yang menentukan, tetapi Tuhan yang menetapkan.

Bahkan jodoh kita sudah ditetapkan 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Pernah dengar?

Pernyataan tersebut bukan semata-mata omongan orang tapi memang benar. Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuz jauh sebelum kita terlahir ke dunia. Ini ada hadisnya lho.

Dalam hadits riwayat Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah ﷺ bersabda:

كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق الله السماوات والأرض بخمسين ألف سنة

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR Muslim).

So, kapan, dimana dan bagaimana jodoh kita kelak, hanya Tuhan yang tahu. Selama jodoh belum muncul, selama itu pula ia masih menjadi sebuah misteri. Makanya heran deh sama orang-orang yang suka kepo dengan bertanya “kapan nikah?”

Walau mungkin maksud pertanyaan tersebut sekadar basa-basi namun tidak seharusnya dilontarkan. Kenapa?

Coba kalau Sobat ditanya “kapan mati”? Bisa nggak menjawabnya? Pasti nggak, kan?

Ya, karena urusan mati, rezeki maupun jodoh, itu semua Allah yang atur. Tugas kita tinggal menjalani dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Makanya ada istilah menjemput jodoh. Jodoh itu bukan ditunggu, tetapi dijemput. Caranya bagaimana? Nah, ini yang akan kita bahas.

Cara memilih pasangan hidup yang tepat

Menikah
Foto : freepik

Memang agak pelik membahas tentang jodoh karena hal ini berkaitan dengan takdir. Siapa yang kelak akan menjadi jodoh kita, bagaimana rupanya, kapan dan dimana akan bertemu? Selama belum tersibak, semua itu masih menjadi rahasia Tuhan.

Bahkan pasangan yang sudah pacaran bertahun-tahun pun belum tentu jodoh, kan? Sebaliknya, ada yang baru kenal sebulan atau bertemu sekali eh tidak lama kemudian mengikrar janji suci bersama.

Jadi ingat, jodoh saya adalah seseorang yang tidak pernah saya sangka. Ya, gimana mau nyangka coba, kenal sebatas nama doang, ketemu juga cuma sekali. Itu pun saya nggak ingat jelas gimana rupanya karena waktu ketemu saya kebanyakan nunduk, wkwk. Ibarat kayak orang yang cuma berpapasan di jalan gitu tapi tahu-tahu jodoh.

Well, kalau mau diceritakan gimana sampai akhirnya saya menikah dengan lelaki yang kini jadi teman hidup saya bakal panjang nih, haha kita skip saja ya.

Of course, sebelum memutuskan akan menerima pinangan lelaki yang baru saya temui sekali itu saya juga sempat dilanda galau bin dilema berat.

Apakah saya sudah yakin? Apakah ini adalah pilihan yang tepat? Bagaimana kalau saya salah? Bagaimana kalau akhirnya saya menyesal dengan pilihan saya ini. Duh, jangan ditanya gimana dilema dan galaunya saya kala itu.

Nyatanya memutuskan menikah (terlebih dengan orang yang baru kita kenal) sungguh tidak mudah.

Masalahnya, pernikahan ini bukan hubungan yang terjalin sehari dua hari. Setiap pasangan yang melangkah ke jenjang pernikahan pastilah berharap peristiwa sakral itu hanya terjadi sekali seumur hidup.

Karena itu menemukan pasangan yang tepat sangatlah penting. Namun pertanyaan yang  muncul kemudian, bagaimana kita tahu pasangan yang kita adalah pasangan yang tepat?

Nah, kembali lagi nih. Masalah tepat atau tidaknya pasangan hidup yang kita pilih wallahu’alam. Tidak ada yang bisa menjamin pasangan yang bersanding dengan kita di pelaminan adalah jodoh kita selamanya.

Perpisahan bisa saja terjadi entah karena perceraian atau kematian. Kita tidak pernah tahu masa depan kita akan seperti apa. Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk menemukan pasangan yang tepat?

Luruskan niat

Segala sesuatu (seberat apapun) itu kalau dikerjakan dengan ikhlas, pasti akan terasa ringan, ya nggak? Begitupula ketika kita memutuskan hendak membina rumah tangga. Niatnya karena apa?

Apa hanya karena cinta? Karena dijodohkan? Karena terdesak lantaran usia yang kian bertambah? Atau karena ikut-ikutan mengingat semua teman yang ada di-circle kita sudah pada nikah? Whatever.

Apapun alasan kita, niat harus lurus. Maksud niat yang lurus di sini adalalah ikhlas lillaahi ta’ala. Karena itu kalau niatnya masih berkelok-kelok, luruskan dulu deh.

Jangan dikira menikah itu enak. Eh iya, memang enak dan indah kok tapi awal-awal saja, selebihnya adalah ujian yang penuh tantangan dan rintangan. So, kalau sedari awal saja niat kita masih keliru, pasti ke sananya akan terasa berat.

Makanya meluruskan niat itu penting banget. Jangan menikah karena cinta semata, jangan menikah karena kebanyakan teman kita sudah pada nikah, jangan menikah karena umur tidak lagi muda. Tapi menikahlah karena ini adalah perintah Allah dan Rasulnya. Menikahlah karena menjalin kasih dengan pasangan halal hakikatnya adalah ibadah terlama.

Namun bagaimana jika jodoh tak kunjung nampak hilalnya? Tidak masalah, yang penting niat saja dulu. Allah lihat niat kita. Dia lihat kesiapan kita.

Tsst, saya dulu punya niat dan target pengen nikah sebelum menyentuh usia seperempat abad. Tinggal 4 bulan menuju 25 tahun dan saya masih belum punya calon.

Kalau dipikir-pikir dalam jangka itu mustahil saya bisa nikah, wong calon saja belum ada. Tapi qadarullaah dua bulan sebelum menginjak usia 25 tahun saya akhirnya menikah. Modal niat lho itu. Maa syaa Allaah.

Jadi kalau memang sudah siap mau menikah, segera kasih kode ke Allah dengan niat. Awali dengan niat yang lurus, in syaa Allah ke depannya urusan kita akan dimudahkan dan dilancarkan. Believe!

Percaya, jodoh adalah cerminan diri

Jodoh adalah cerminan diri. Waktu masih single, dengar kalimat itu respon saya cuma “ah, masa’ sih”. Setelah menikah tahu nggak gimana reaksi saya? “oh, iya ya”, memang benar lho, jodoh itu adalah cerminan diri kita.

Saya sudah mengalaminya sendiri jadi bisa bilang gini. Suami saya punya banyak kekurangan, saya pun demikian. Syukurnya di usia pernikahan yang kelima tahun ini kami sudah berada di fase yang saling memaklumi dan bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jadi sebenarnya sudah ada gambaran terkait pasangan kita, seperti apa dirinya nanti ya silakan berkaca dengan diri sendiri.

Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula).

Seperti itulah konsep jodoh yang tertuang dalam QS An-Nur : 26. Jadi kuncinya kembali ke diri kita sendiri. Ingin punya pasangan yang baik ya kita juga harus jadi orang baik dong. 

So far, walau belum tahu jodoh kita seperti apa tapi setidaknya kita bisa mengupayakan mendapat jodoh impian. Caranya sederhana saja. Persiapkan diri sebaik mungkin.

Ingin memiliki pasangan yang tepat maka Pantaskan juga diri sobat agar bisa menjadi pasangan yang tepat untuknya.

Jangan terlalu berekspektasi tinggi

Pasangan hidup kita adalahseorang manusia biasa yang selain memiliki kelebihan tentu juga punya banyak kekurangan.

Ya, sebelum menikah, mungkin yang kita lihat dari si dia hanya baik-baiknya saja, namun setelah berumah tangga barulah terkuak semua keburukan pasangan.

Yang tadinya terlihat pendiam dan sabar eh setelah hidup serumah ternyata sering melakukan kekerasan verbal.

Banyak lho yang kayak gitu. Makanya jangan terlalu berekspektasi tinggi terhadap pasangan maupun pernikahan itu sendiri. Jangan mengira kehidupan dalam pernikahan itu selalu manis bak kisah dalam novel-novel atau drakor bergenre romance.

Karena seperti yang saya bilang di atas, menikah itu awal-awalnya saja yang indah selebihnya adalah ujian. Apalagi kalau diuji dengan pasangan yang ternyata suka main KDRT pada wanita.

Banyak yang menyerah, ada juga yang bertahan di atas penderitaan. Nah, ini dia, saya juga heran dengan korban KDRT yang meski sudah disakiti dan dianiaya berkali-kali sama pasangannya tetap saja nggak mau pisah.

Of course, memutuskan untuk bercerai memang tidak mudah, terlebih sudah dikaruniai anak tapi untuk apa juga mempertahankan pasangan yang tega memperlakukan kita dengan buruk.

It’s ok-lah kalau cuma sekali, kita mungkin masih bisa memaafkan dan beri kesempatan. Tapi kalau perbuatan KDRT itu terus berulang dan pelaku alias pasangan tak kunjung berubah? Itu parah sih!

Eh, jangan karena sering dengar kasus KDRT membuat Sobat yang masih lajang jadi takut nikah ya. Itu hanya segelintir kasus yang ada. Faktanya masih banyak kok yang menjalani bahterah rumah tangga dengan harmonis hingga maut memisahkan.

Lagipula namanya perselisihan dalam rumah tangga itu wajar. Kalau sampai berlebihan seperti melakukan KDRT, itu yang nggak wajar dan tidak dibenarkan.

Jadi begitulah, ada banyak rasa yang mewarnai kehidupan dalam pernikahan. Nggak cuma rasa manis saja, yang pahit, asam sampai pedas pun ada. Dan justru dengan semua rasa itu membuat hidup kita setelah menikah jadi lebih indah bermakna.

Tuhan tahu yang terbaik

Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Kita ingin menikah dengan si A eh jodoh kita malah si D. Namanya juga bukan jodoh. Sudah ijab kabul pun, kalau bukan dia yang ditakdirkan menjadi jodoh abadi kita ya pasti akan berpisah juga.

Jodoh itu misteri. Sekali lagi, hanya Tuhan yang tahu. Tuhan juga tahu yang terbaik buat kita. Yang kita pinta belum tentu baik tapi yang Allah kasih dan tetapkan untuk kita itu sudah pasti yang terbaik.

Nah, ini kunci menemukan pasangan yang tepat selanjutnya, selain niat, usaha dan doa jangan lupa untuk tawakal. Berserah pada Tuhan. Dengan begitu kita bisa lebih bersyukur menjalani kehidupan setelah menikah.

Penutup

Tips yang saya bagikan di atas berdasarkan pengalaman dan opini saya pribadi. Sobat bisa petik yang baiknya saja, kalau pun ada kata-kata atau pernyataan saya yang keliru tolong bantu luruskan ya.

Intinya sih kalau ingin mencari pasangan hidup yang tepat, awali dulu dengan niat yang lurus kemudian ikhtiar, perbaiki atau persiapkan diri sebaik mungkin, kemudian jangan terlalu berekspektasi tinggi dan jangan lupa untuk berserah atau tawakal.

Ok, semangat buat Sobat yang sedang berjuang menjemput jodoh. Semoga segera dipertemukan.

Salam,

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.